Home » » ADAT PERNIKAHAN ACEH

ADAT PERNIKAHAN ACEH

Written By Imam Losaries on Rabu, 03 April 2013 | 07.12



……::: ADAT PERNIKAHAN ACEH :::……

Tahapan Melamar (Ba Ranub)
Ba Ranup merupakan suatu tradisi turun temurun yang tidak asing lagi dilakukan dimana pun oleh masyarakat Aceh, saat seorang pria melamar seorang perempuan.
Untuk mencarikan jodoh bagi anak lelaki yang sudah dianggap dewasa maka pihak keluarga akan mengirim seorang yang dirasa bijak dalam berbicara (disebut theulangke) untuk mengurusi perjodohan ini. Jika theulangke telah mendapatkan gadis yang dimaksud maka terlebih dahulu dia akan meninjau status sang gadis. Jika belum ada yang punya, maka dia akan menyampaikan maksud melamar gadis itu.
Pada hari yang telah disepakati datanglah rombongan orang-orang yang dituakan dari pihak pria ke rumah orangtua gadis dengan membawa sirih sebagai penguat ikatan berikut isinya. Setelah acara lamaran selesai, pihak pria akan mohon pamit untuk pulang dan keluarga pihak wanita meminta waktu untuk bermusyawarah dengan anak gadisnya mengenai diterima-tidaknya lamaran tersebut.
Untuk mencarikan jodoh bagi anak lelaki yang sudah dianggap dewasa maka pihak keluarga akan mengirim seorang yang dirasa bijak dalam berbicara (disebut theulangke) untuk mengurusi perjodohan ini. Jika theulangke telah mendapatkan gadis yang dimaksud maka terlebih dahulu dia akan meninjau status sang gadis. Jika belum ada yang punya, maka dia akan menyampaikan maksud melamar gadis itu.
Pada hari yang telah disepakati datanglah rombongan orang-orang yang dituakan dari pihak pria ke rumah orangtua gadis dengan membawa sirih sebagai penguat ikatan berikut isinya . Setelah acara lamaran selesai, pihak pria akan mohon pamit untuk pulang dan keluarga pihak wanita meminta waktu untuk bermusyawarah dengan anak gadisnya mengenai diterima-tidaknya lamaran tersebut.
Tahapan Pertunangan (Jakba Tanda)
Bila lamaran diterima, keluarga pihak pria akan datang kembali untuk melakukan peukeong haba yaitu membicarakan kapan hari perkawinan akan dilangsungkan, termasuk menetapkan berapa besar uang mahar yang diterima (disebut jeunamee) yang diminta dan berapa banyak tamu yang akan diundang. Biasanya pada acara ini sekaligus diadakan upacara pertunangan (disebut jakba tanda).
Pada acara ini pihak peria akan mengantarkan berbagai makanan khas daerah Aceh, buleukat kuneeng dengan tumphou, aneka buah-buahan, seperangkat pakaian wanita dan perhiasan yang disesuaikan dengan kemampuan keluarga pria. Namun bila ikatan ini putus di tengah jalan yang disebabkan oleh pihak pria yang memutuskan maka tanda emas tersebut akan dianggap hilang. Tetapi kalau penyebabnya adalah pihak wanita maka tanda emas tersebut harus dikembalikan sebesar dua kali lipat.
Hehe, aku sudah melewati dua tahapan diatas. Dan kurang lebih waktu lamaran dan tunangan kemarin itu kurang lebih begitu sih. Yes, waktu lamaran dan tunangan kemarin memang kurang lebih berbau adat Aceh gitu lah. Dikasih sirih kemudian dikasih seserahan seperti diatas. Yang jadi Theulangke waktu itu Opa Sjam, adiknya Opa-nya si mas.
Kemudian adat Aceh juga ada persiapan menjelang pernikahan dimana salah satunya ada upacara kruet andam. Yaitu mengerik anak rambut atau bulu-bulu halus yang tumbuh agar tampak bersih . Well, mirip dengan prosesi kerik rambut pada saat habis siraman yaa.. Oh iya, pada adat Aceh juga ada acara siraman loh, namanya seumano pucok. Tentunya dengan tata cara yang berbeda dengan adat Jawa. 
Adat Aceh juga mengenal tradisi pingitan. Dimana calon pengantin wanita yang biasa di sebut calon dara baro pada adat Aceh, akan menjalani ritual perawatan tubuh dan wajah serta dibimbing mengenai cara hidup berumah tangga serta diingatkan agar tekun mengaji pada saat dipingit.
Ada tradisi potong gigi (disebut gohgigu) yang bertujuan untuk meratakan gigi dengan cara dikikir. Setelah itu calon dara baro akan melanjutkan dengan perawatan luluran dan mandi uap. Well, kikir gigi NO, perawatan lulur dan mandi uap YES. Hihihi.. 
Ohiya tak lupa pada adat Aceh juga ada tradisi pemakaian daun pacar atau biasa disebut bohgaca. Naah pemakaian daun pacar itu cukup kinclong deh. Mangkanya kalau di Aceh, lihat wanita pakai daun pacar ditangannya, ketauan banget deh pengantin barunya. Wehehehehe.. Soalnya pemakaian daun pacar itu penuh di tangan. Tidak cuman di kuku saja. Sampai batas pergelangan tangan setau aku.
Upacara Akad Nikah dan Antar Lintao
Pada hari H yang telah ditentukan, akan dilakukan acara antar linto (mengantar pengantin pria). Namun sebelum berangkat ke rumah keluarga Calon Dara Baro (CDB), calon pengantin pria yang disebut Calon Linto Baro (CLB) menyempatkan diri untuk terlebih dahulu meminta izin dan memohon restu pada orangtuanya. Setelah itu CLB disertai rombongan pergi untuk melaksanakan akad nikah sambil membawa mas kawin yang diminta dan seperangkat alat sholat serta bingkisan yang diperuntukkan bagi CDB.
Sementara itu sambil menunggu rombongan CLB tiba hingga acara ijab kabul selesai dilakukan, CDB hanya diperbolehkan menunggu di kamarnya. Selain itu juga hanya orangtua serta kerabat dekat saja yang akan menerima rombongan CLB. Setelah ijab kabul selesai dilaksanakan, keluarga CLB akan menyerahkan jeunamee yaitu mas kawin berupa sekapur sirih, seperangkat kain adat dan paun yakni uang emas kuno seberat 100 gram. Setelah itu dilakukan acara menjamu besan dan seleunbu linto/dara baro yakin acara suap-suapan diantara kedua pengantin. Makna dari acara ini adalah agar keduanya dmapar seiring sejalan ketika menjalani biduk rumah tangga.
Share this article :

8 komentar :



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Aneka apa aja | gudangnya SOFTWARE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger